PostHeaderIcon Beda Jumat Agung dengan Paskah

 

alt

 

Perayaan Paskah yang dirayakan umat Kristiani disadari atau tidak seringkali salah dalam penyebutan rangkaian perayaannya. Paskah sebenarnya diperingati pada hari Minggu karena merupakan perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari Jumatnya, dinamakan Good Friday atau Jumat Agung. Ini merupakan hari peringatan kematian Kristus di kayu salib menebus manusia dari dosa.

 

Istilah yang sering salah adalah pada hari Jumat-nya telah dianggap Paskah, padahal rangkaian peringatannya belum. Masa Prapaskah dimulai 40 hari sebelumnya diawali dengan peringatan Rabu Abu. Ini sebagai tanda perkabungan, abu dibubuhkan di dahi. Pada masa ini umat Kristiani memulai masa pra Paskah ini dengan refleksi yang mendalam, untuk mengarahkan kehidupan spiritualnya.

 

Hari Minggu sesudahnya adalah Minggu Pra-Paskah pertama. Seluruhnya ada lima hari Minggu yang disebut Minggu Pra-Paskah. Minggu yang keenam; adalah satu pekan menjelang Paskah disebut Minggu Palem / Minggu Sengsara. Minggu Palem memperingati masuknya Yesus ke kota Yerusalem di dalam suasana penuh sukacita dielu-elukan orang-orang yang berkerumun menyambut kedatangan sang Raja yang mereka nanti-nantikan.

Di dalam liturgi Minggu Palem dilanjutkan dengan Minggu Sengsara sebagai peringatan akan perjalanan terakhir Yesus menuju salib untuk menyerahkan nyawa-Nya. Minggu Sengsara ini berlangsung terus hingga hari Rabu. Selama Pekan Suci ada tiga perayaan menjelang Paskah, yaitu: Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi.

Peringatan Kamis Putih merupakan peringatan perjamuan terakhir Yesus sebelum disalibkan. Pada peristiwa Kamis putih, Yesus membasuh kaki para murid-Nya sebagai tanda melayani umat manusia. Gereja menekankan pentingnya peristiwa pembasuhan kaki ini sebagai penyampaian pesan yang penting.

Pada Jumat Agung, gereja memperingati peristiwa sengsara dan wafatnya Kristus di kayu salib. Umat Kristiani melaksanakan ibadah secara khusyuk mengenang Yesus Kristus yang rela mati untuk menebus manusia, bebas dari dosa. Biasanya umat menghayati dengan perenungan dan jalan salib.

Sabtu Sunyi atau Sabtu Suci. Setelah kebaktian Jumat Agung berakhir, umat tetap menjaga keheningan dengan ibadah.

Hari Minggunya baru diperingati Hari Raya Paskah. Masa berduka selama tri hari Paskah diakhiri dengan sukacita karena kebangkitan Yesus Kristus. Inilah inti dari kepercayaan umat kristiani, bahwa Kebangkitan Kristus menjadi landasan hidup. Kristus yang tidak hanya mati di kayu salib tetapi menang atas maut. Kebangkitan ini menjadi harapan umat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menghadapi setiap masalah hidup mampu menang karena Tuhan beserta.

Kenaikan Yesus Kristus, hari keempatpuluh sesudah Paskah. Ini merupakan peringatan kenaikan Yesus Kristus ke surga. Yesus yang telah mati, namun bangkit lagi dan naik ke surga untuk menyiapkan tempat terbaik bagi umat yang percaya.

Pada Minggu ketujuh Paskah, merupakan Hari Raya Pentakosta. Pada hari Pentakosta janji Kristus tentang datangnya Roh Kudus terpenuhi. Roh Kudus merupakan bukti penyertaan Kristus kepada manusia melalui roh-Nya yang tinggal dalam hati, membimbing, dan mengingatkan umat jika berjalan di jalan yang salah.



Terakhir Diupdate (Minggu, 25 Maret 2018 03:24)

 

PostHeaderIcon Temukan Kami di Facebook

Find us on Facebook
Visitors Counter
346238
Hari IniHari Ini245
KemarinKemarin240
Minggu IniMinggu Ini1305
Bulan IniBulan Ini3284
Setiap HariSetiap Hari346238
Browse this website in: