PostHeaderIcon Pisang yang Kulitnya Bisa Dimakan

 

Setsuzo Tanaka (68 tahun) dari Prefektur Okayama yang telah menghabiskan waktunya selama 40 tahun terakhir untuk menyempurnakan teknik menumbuhkan pisang Mongee.

Pisang mongee (berarti 'menakjubkan') memiliki kulit yang bisa dimakan yang diklaim rasanya seperti sayuran dan memiliki tekstur seperti selada.

Bibit-bibit pisang dibekukan, kemudian dicairkan dan ditanam kembali. Perusahaannya, D & T Farm, menyebut metode ini sebagai  "freeze-thaw awakening".

Proses tersebut membuat tanaman tumbuh dengan cepat, memotong proses budidaya tanaman pisang yang biasanya memerluka waktu dua tahun menjadi hanya enam bulan saja. Pisang matang dengan cepat, menyebabkan kulitnya tipis, lentur dan dapat dimakan.

Pisang Mongee dikembangkan dari varietas pisang Gros Michel, yang kemungkinan merupakan jenis pisang yang biasa dikonsumsi mereka di tahun 1950-an dan sebelumnya.

Ini adalah varietas pisang utama dalam yang beredar secara global sejak awal 1900-an sampai tahun 1950an, ketika perkebunan di Amerika Tengah musnah oleh penyakit layu fusarium yang menjadi lebih dikenal sebagai penyakit Panama.

Jenis yang lebih baru dari penyakit yang bersumber dari jamur yang ditularkan melalui tanah, Panama TR4, sekarang mempengaruhi tanaman pisang Cavendish Australia.

Keinginan Setsuzo Tanaka untuk menumbuhkan pisang Gros Michel tropis di iklim dingin Jepang didorong oleh kenangannya sendiri saat kecil memakan pisang tersebut ketika pisang di saat buah yang satu ini masih digolongkan sebagai makanan mewah (sumber:nationalgeographic).


Terakhir Diupdate (Minggu, 25 Februari 2018 01:39)

 

PostHeaderIcon Temukan Kami di Facebook

Find us on Facebook
Visitors Counter
346237
Hari IniHari Ini244
KemarinKemarin240
Minggu IniMinggu Ini1304
Bulan IniBulan Ini3283
Setiap HariSetiap Hari346237
Browse this website in: